KULIAH PUBLIK: Produksi

SOSIAL MEDIA

PIKIRKAN YANG BAIK ~ o ~ LAKUKAN YANG TERBAIK ~ o ~ Ini Kuliah MetodeCHAT ~ o ~ Cepat_Hemat_Akrab_Terpadu ~ o ~ Silahkan Membaca dan Berkomentar

Ketahui Bagaimana Kondisi Ekonomi dan Bisnis Anda Terkini

  Baru-baru ini, pemerintah telah mulai melonggarkan mobilitas seiring menurunnya kasus covid-19. Sementara pada Juli hingga awal Agustus ek...

Showing posts with label Produksi. Show all posts
Showing posts with label Produksi. Show all posts

Thursday, May 27, 2021

Kebijakan Pemerintah Mengembangkan Industri Furnitur Dan Woodworking


 Instrumen-instrumen kebijakan pemerintah.

 

Dalam rangka mengembangkan industri furnitur dan woodworking antara lain, fasilitasi pusat logistik bahan baku, program revitalisasi mesin atau peralatan, fasilitasi politeknik furnitur, program pengembangan desain furnitur.

Lalu, insentif tax holiday, tax allowance, super deduction tax untuk reseach and development (R&D) dan vokasi, penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

"Selanjutnya, ketersediaan bahan baku yang melimpah sebagai comparative advantage, serta didukung dengan kemudahan iklim berusaha Pemerintah melalui UU 11/2020 tentang Cipta Kerja diharapkan juga dapat mewujudkan industri yang menghasilkan nilai tambah tinggi, berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan," tukasnya.

 

 

Perluasan Investasi Pabrik Pintu Kayu dengan Tingkatkan Produksi

 

Selasa (25/5/2021) Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan perluasan investasi PT. Woodone Integra Indonesia senilai Rp255,8 miliar di Sidoarjo, Jawa Timur. Investasi ini dilakukan untuk pengembangan produk pintu dari kayu.

Secara keseluruhan, perusahaan memproduksi barang bangunan dari kayu dan komponen bahan bangunan dari kayu yang meliputi wooden step, pintu kayu, stair riser, kusen kayu, list kayu/architrave, dan plinth kayu/skirting. Produk utama saat ini adalah pintu kayu dengan kapasitas produksi 35.000 set per bulan.

Selama ini, perkembangan permintaan global produk industri furnitur dan woodworking secara keseluruhan sangat menjanjikan. Hal ini tercermin dari meningkatnya pendapatan industri baik yang diperoleh dari dalam negeri maupun ekspor, ujar Menperin Agus dalam pernyataannya, Rabu (26/5).

"Ekspor produk furnitur (HS 9401-9403) di tahun 2020 mengalami peningkatan dengan nilai USD1,91 miliar atau meningkat 7.6 persen dari tahun 2019 yaitu senilai USD1.77 miliar," ungkapnya.

Pola belanja furnitur dan renovasi rumah, termasuk pintu melalui gawai atau belanja online juga mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Dalam hal belanja rumah tangga, pandemi mengakibatkan adanya fenomena reorganisasi signifikan belanja rumah tangga akibat pandemi. Yaitu peralihan dari hiburan, pariwisata dan transportasi, ke sektor lain seperti produk teknologi dan kebutuhan menata atau renovasi rumah, kata Menperin.

"PT. Woodone Integra Indonesia tentu telah memahami besarnya pasar konsumen dalam negeri Indonesia maupun pasar ekspor. Dukungan bahan baku dan permesinan yang canggih, efisien dan ramah lingkungan diharapkan dapat menunjang kelancaran produksi kedepannya. Perusahaan tersebut pada hari ini juga melakukan ekspor ke-1000 untuk pintu kayu sejumlah tiga container dengan nilai mencapai USD120.000. Pada bulan Maret 2021, perusahaan telah mengirimkan sejumlah 35.450 set pintu serta 3.570 set tangga/BC.

Perusahaan tersebut masih berpeluang untuk meningkatkan produksinya. Guna mendorong terus tumbuhnya investasi pada industri furnitur di tanah air, Kementerian Perindsutrian juga terus memberikan fasilitas kemudahan iklim berusaha terutama antisipasi penyediaan faktor-faktor produksi utama yaitu bahan baku, modal, dan tenaga kerja. Pemerintah mendorong agar Woodone bisa memproduksi hingga 100.000 set pintu per bulan.

Sunday, September 02, 2018

Dollar Amerika Semakin Ganas Memerangi Ekonomi Dunia


Menyusul krisis ekonomi yang kian memburuk di Argentina, Pemerintah Argentina secara tak terduga meminta pencairan awal pinjaman senilai US$ 50 miliar atau setara Rp 733 triliun dari Dana Moneter Internasional (IMF). Namun, ada kekhawatiran kalau Argentina tidak dapat bayar kembali pinjamannya yang berat. Bahkan, rencana utang tersebut masih menyisakan pro dan kontra yang meluas di tengah masyarakat Negeri Tango itu.

Mata uang peso Argentina dilaporkan telah kehilangan lebih dari 40 persen nilainya terhadap dolar AS sepanjang 2018. Mata uang peso di level terendah 34,10 per dolar AS dan turun lebih dari 45,3 persen terhadap dolar AS. Hal itu didorong krisis ekonomi yang terjadi. Penurunan peso terparah sejak mata uang tersebut mengambang pada Desember 2015, telah menyebabkan lonjakan inflasi yang mencapai 31,2 persen pada Juli 2018. Merespons hal itu, bank sentral telah menaikkan suku bunga hingga 45 persen dan menarik cadangan devisa sekitar USD 300 juta.

Presiden Mauricio Macri mengatakan langkah itu dirancang untuk memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi Argentina. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Macri menuturkan akses cepat ke dana akan hilangkan ketidakpastian dan memulihkan kepercayaan pasar. Argentina setuju dengan Dana Moneter Internasional untuk memajukan semua dana yang diperlukan untuk menjamin kepatuhan dengan program keuangan tahun depan. Argentina berkomitmen mengatasi inflasi dua digit dan belanja publik yang merupakan bagian dari kesepakatan. Argentina ingin dukungan itu dengan upaya fiskal yang diperlukan (radionz, Kamis, 30/8/2018). Ketika persyaratan pinjaman disepakati pada Mei, Macri mengharapkan ekonomi pulih dan tidak berencana menggunakan pinjaman itu.

Dalam pidato yang disiarkan televise setempat, Presiden Macri menuturkan bahwa seminggu terakhir Pemerintah telah melihat ekspresi baru kurangnya kepercayaan di pasar, khususnya atas kapasitas pembiayaan pada 2019. IMF telah menyepakati untuk memajukan semua dana yang diperlukan guna menjamin kepatuhan dengan program keuangan tahun depan. Keputusan ini bertujuan untuk menghilangkan ketidakpastian pada laju ekonomi Argentina. Langkah-langkah lebih lanjut untuk mengendalikan pinjaman pemerintah akan segera dibahas menyertai perubahan kebijakan ekonomi Argentina.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan (Mei 2018) bahwa IMF dapat berkontribusi untuk upaya itu dengan memberikan dukungan yang akan meningkatkan kepercayaan pasar. Itu memungkinkan waktu otoritas sehingga atasi berbagai kerentanan lama. Rencana telah dirancang oleh pemerintah Argentina dan bertujuan memperkuat ekonomi untuk kepentingan semua orang Argentina. Sebagai bagian dari kesepakatan, pemerintah Argentina berjanji untuk mempercepat rencana kurangi defisit fiskal. IMF menyatakan sedang pelajari permintaan Argentina untuk percepat pencairan pinjaman USD 50 miliar. (Reuters)

Dalam sebuah pernyataan (BBC pada Kamis, 30/8/2018) Christine Lagarde, menekankan dukungan untuk upaya kebijakan Argentina dan IMF membantu pemerintah dalam mengembangkan rencana kebijakan yang direvisi. IMF mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa pihaknya ingin memperkuat pengaturan ekonomi, dan mengubah tahapan restrukturisasi di Argentina.

Di lain pihak, suku bunga dan dukungan tertinggi dunia dari IMF telah gagal meyakinkan investor. Peso Argentina masih kehilangan nilai meskipun semua upaya telah dilakukan untuk meredam kekhawatiran investor. Pasar negara berkembang lainnya seperti Turki dan Brasil juga menderita devaluasi mata uang mereka tahun ini, tetapi situasi Argentina dinilai sangat sulit oleh banyak pengamat.

Pemicu Guncangan Ekonomi Argentina

Para investor khawatir Argentina mungkin tidak dapat membayar pinjaman pemerintah yang dianggap berat dan sangat berisiko. Para wartawan menilai kebijakan mempercepat pencairan dana IMF menandakan keputusasaan. Ketika persyaratan pinjaman disepakati pada bulan Mei 2018, Presiden Macri mengharapkan ekonomi pulih dan tidak berencana segera menggunakan uang itu. Padahal, Argentina belum dapat menurunkan inflasi, yang tertinggi di antara negara-negara G20. Selain itu, pemerintah juga gagal memberlakukan reformasi ekonomi yang dijanjikan IMF, yaitu untuk membatasi belanja publik dan pinjaman.

Menurut beberapa pengamat, sebelumnya Presiden Macri terpilih atas janji menghidupkan kembali ekonomi, tetapi sejauh ini hanya sedikit kemajuan yang telah dibuat. Biaya kehidupan sehari-hari semakin mahal bagi penduduk Argentina, karena harga barang dan jasa yang masih berhubungan erat dengan dolar AS. Dan kombinasi antara inflasi spiral dan pemotongan belanja publik berarti upah tidak sejalan dengan harga, membuat kebanyakan orang menjadi lebih miskin.

Ekonomi Argentina dibayangi krisis karena pergerakan mata uang peso yang bergejolak, yang terjadi setelah ekonomi Argentina melonjak pada tahun 2017 dan proyeksi ekonom yang membaik dalam kepemimpinan Presiden Mauricio Macri. Faktanya, krisis Argentina saat ini, mulai dari nilai tukar peso Argentina, inflasi, ekonomi yang memburuk, dan kondisi lapangan kerja.

Berikut rangkaian deretan krisis Argentina yang dikutip dari Reuters, (Kamis, 30/8/2018). Selama beberapa tahun terakhir, para ekonom telah mengkaji bahwa mata uang peso Argentina dinilai terlalu tinggi. Disisi lain, Pemerintah mengakui bahwa kondisi itu akan terdepresiasi secara bertahap. Namun tidak ada yang memperkirakan peso akan terdepresiasi begitu cepat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada April 2018. Hal itu terjadi, dikarenakan kekhawatiran investor tentang kemampuan pemerintah untuk mengendalikan inflasi dan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS yang memperkuat dolar AS di seluruh dunia. Depresiasi membuat utang Argentina berdenominasi dolar AS makin tinggi bagi pemerintah.

Selain itu, selama bertahun-tahun, Pemerintah Argentina begitu populis mencetak uang untuk membiayai defisit anggaran yang melebar, yang menyebabkan harga melonjak. Akibatnya, Tingkat inflasi Argentina yang tinggi menjadi salah satu faktor yang membuatnya lebih rentan dibanding negara berkembang lainnya.  Pemerintah Macri memang telah mengurangi praktik itu, tetapi kenaikan harga barang sebagai bagian dari upaya mengurangi subsidi dan menutup defisit fiskal membuat inflasi tetap tinggi.

Penurunan tajam dalam nilai tukar peso membuat inflasi naik dalam beberapa bulan terakhir. Bank Sentral Argentina merespons depresiasi peso yang cepat dan lonjakan inflasi dengan menaikkan suku bunga menjadi 45% dan menggelontorkan miliaran dolar AS cadangan devisanya untuk melindungi nilai tukar peso. Hal itu mengakibatkan pertumbuh cadangan devisa secara bertahap sejak Desember 2015, menurun drastis. Pinjaman IMF memang memberikan tambahan cadangan devisa, namun tekanan terus menerus terhadap peso telah mulai mendorong intervensi bank sentral yang diperbarui dalam beberapa pekan terakhir.


Disisi lain, badai keuangan berupa lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga yang telah membebani ekonomi Argentina, beberapa nasib buruk juga telah melanda Argentina diluar kendali Macri. Kekeringan terburuk dalam beberapa dekade memangkas panen kedelai dan jagung yang menjadi tulang punggung ekonomi Argentina. Perekonomian Argentina kini telah mengalami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, sektor pertanian terdampak paling dalam. Ekonomi Argentina anjlok 6,7% pada bulan Juni, penurunan bulanan terburuk sejak krisis keuangan global tahun 2009. Pada pembukaan perdagangan Kamis (30/8/2018), mata uang Argentina jatuh lebih dari 15% ke rekor rendah 39 peso per dollar AS karena para investor cemas tentang kemampuan Argentina dalam membayar utangnya. Jatuhnya peso itu membuat Bank Sentral Argentina mengerek suku bunga acuan dari 45% menjadi 60% pada Kamis (30/8/2018).

Janji utama kampanye Macri untuk menekan kemiskinan hingga nol dan menciptakan pekerjaan berkualitas untuk Argentina menjadi sorotan. Macri mengakui awal bulan ini bahwa kemiskinan kemungkinan meningkat karena inflasi dan kemerosotan ekonomi, sementara jumlah pekerja yang terdaftar telah mulai menurun dari puncaknya pada bulan Desember 2017. Sebagai bagian dari ikrar untuk memangkas defisit anggaran di bawah kesepakatan IMF, Pemerintah berencana untuk mengurangi belanja infrastruktur. Defisit anggaran yang berdampak banyaknya lapangan pekerjaan yang hilang, kini menjadi masalah ketika Macri bersiap untuk maju lagi pada 2019.

Kini, setelah tujuh hari berturut-turut peso Argentina turun jatuh, Presiden Argentina Mauricio Macri (Rabu, 29/8/2018), memutuskan membuat pidato istimewa untuk meyakinkan pasar bahwa Argentina tidak kesulitan membayar utangnya. Dalam pidato selama dua menit di televisi, Macri juga mengumumkan kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mempercepat pencairan pinjaman sebesar U$ 50 miliar. Sayangnya, pengumuman itu malah menguatkan sinyal tentang kemampuan Argentina untuk membiayai dirinya sendiri dan semakin mendorong penurunan kurs peso. Walau, IMF tak segera merespon pengumuman Macri itu, pada akhirnya IMF menyatakan sedang mempertimbangkan mempercepat pembayaran karena kondisi pasar yang buruk.

Seorang pejabat senior Kementerian Keuangan Argentina mengatakan (Reuters), Macri telah berbicara dengan para pemimpin negara-negara pemegang saham utama IMF pada Selasa lalu (28/8/2018), sebelum ia berpidato di televisi. Argentina bergegas mengumumkan pengumuman itu setelah beberapa hari menghabiskan banyak cadangan devisa namun tetap gagal menstabilkan peso. Apa yang Presiden inginkan adalah untuk memberikan pesan yang meyakinkan di pasar terbuka bahwa perjanjian itu dilakukan.

Analis dan investor menilai, pengumuman ceroboh itu merupakan serangkaian kegagalan komunikasi dan janji-janji yang telah merusak kredibilitas pembuat kebijakan Argentina, menghancurkan kepercayaan pasar pada kemampuan pemerintah untuk membalikkan ekonomi yang dilanda inflasi.

Pada bulan Juni 2018, IMF telah mencairkan pinjaman senilai US$ 15 miliar, dengan rencana untuk mencairkan sisanya jika Argentina memenuhi target untuk mengurangi defisit fiskal. Namun, kesepakatan itu tidak mencakup semua kebutuhan keuangan Argentina. Negara ini masih perlu mengumpulkan dana US$ 8 miliar dari pasar pada 2019.

Pesan yang membingungkan dari Pemerintah Argentina dalam segala hal, mulai dari kenaikan pajak, kenaikan suku bunga, dan independensi bank sentral telah merusak kepercayaan investor pada Macri.
Bagi beberapa orang, pidato Macri yang disiarkan Rabu lalu adalah langkah yang terlalu jauh.

Jorge Mariscal, Kepala Investasi Pasar Negara Berkembang UBS Wealth Management mengatakan pesan itu ditujukan kepada orang-orang yang salah. Pada pidato yang disiarkan secara nasional itu, tampaknya telah muncul situasi darurat sehingga Argentina harus kembali meminta bantuan lebih banyak.

Bagaimana krisis Kehancuran Ekonomi Argentina Dimulai?

Argentina memiliki sejarah panjang krisis keuangan dan telah gagal bayar dua kali, termasuk selama krisis ekonomi 2001-2002. Gagal bayar utang menjerumuskan jutaan warga Argentina ke dalam kemiskinan.

Ketika seorang konservatif yang ramah bisnis,  Mauricio Macri terpilih sebagai presiden Argentina pada Oktober 2015, ia berjanji untuk menghidupkan kembali ekonomi Argentina dan akan mencapai "nol kemiskinan".  Pengharapannya tinggi  untuk menempatkan ekonomi negara Amerika Selatan itu pada jalur yang stabil. Tetapi kurang dari tiga tahun kemudian, ia secara tak terduga mulai meminta pembebasan awal pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF). Apa yang salah?

Nyatanya, Pemerintah Presiden Macri belum mampu menurunkan inflasi, yang merupakan yang tertinggi di antara negara-negara G20. Peso Argentina telah kehilangan lebih dari 40% nilainya terhadap dolar AS tahun ini dan inflasi semakin liar. Kehidupan sehari-hari semakin mahal untuk orang Argentina, karena harga barang dan jasa yang masih berhubungan erat dengan dolar AS. Dia gagal untuk memberlakukan reformasi ekonomi yang dijanjikan IMF, yaitu untuk membatasi belanja publik dan pinjaman. Dan kombinasi antara inflasi spiral dan pemotongan belanja publik berarti upah tidak sejalan dengan harga, membuat kebanyakan orang lebih miskin.

Sebelumnya, Argentina telah dilanda masalah ekonomi selama bertahun-tahun tetapi ledakan komoditas dalam beberapa dekade terakhir membantu negara itu membayar kembali uang yang dipinjamkan IMF. Itu menghapus seluruh utangnya ke organisasi multilateral pada tahun 2007.

Ekonomi Argentina mulai stabil di bawah Presiden Néstor Kirchner, yang memerintah dari 2003 hingga 2007, tetapi kembali terguncang lagi di bawah pemerintahan istri dan penerusnya, Cristina Fernández de Kirchner. Pemerintahannya, yang berkuasa mulai 2007 hingga 2015, meningkatkan belanja publik, perusahaan-perusahaan yang dinasionalisasi dan mensubsidi banyak barang-barang kehidupan sehari-hari mulai dari utilitas hingga transmisi sepak bola di televisi. Yang lebih krusial adalah pengendalian pemerintah atas nilai tukar, yang menciptakan segala macam masalah praktis, seperti menimbulkan pasar gelap untuk dolar dan harga yang sangat terdistorsi.

Apa yang dijanjikan Presiden Macri?
Dengan janji akan mengakhiri semua distorsi dan mengembalikan Argentina ke ekonomi yang berorientasi pasar di mana pasokan dan permintaan, bukan negara, akan menentukan harga, Mr Macri terpilih menjadi nahkoda. Pada awal pemerintahannya, ia mengakhiri kontrol modal dan memulai kampanye global untuk memperbaiki reputasi Argentina dengan investor asing. Dia juga berjanji untuk menurunkan inflasi, yang melayang sekitar 40% per tahun, dengan membatasi belanja publik.

Hari-hari selanjutnya, Pemerintah Argentina bersikeras bahwa masalahnya terletak pada likuiditas (kurangnya uang tunai) dan bukan dengan solvabilitas (kemampuannya untuk memenuhi kewajiban keuangannya). Pada bulan Mei 2018, Presiden Macri meminta bantuan Christine Lagarde pimpinan IMF, dengan alasan bahwa dana yang berbasis di Washington itu, merupakan sumber pembiayaan termurah yang tersedia. Argumennya mengatakan bahwa dengan pinjaman dari IMF, Argentina akan dapat melakukan intervensi di pasar mata uang lebih lama dan juga melunasi obligasi yang datang untuk pembayaran.

Pada saat itu, Presiden Macri mengatakan dia tidak berencana untuk menggunakan pinjaman $ 50bn (£ 37.2bn) dari IMF kecuali untuk meningkatkan cadangan negara. Tetapi dengan kemerosotan peso yang jatuh lebih jauh dan terpaan hasil panen kedelai dan jagung yang buruk, ekonomi terus terpuruk. Pada Juni 2018, ekonomi turun 6,7%, kemerosotan terburuknya sejak 2009. Sehingga, dengan keyakinan bahwa pemulihan Argentina terkikis, Presiden Macri pada 29 Agustus secara tak terduga meminta pembebasan awal pinjaman IMF.

Ketua IMF Christine Lagarde mengatakan, dana itu siap untuk membantu Argentina tetapi berita tentang permintaan bantuan awal menyebabkan peso turun lebih dari 7%, suatu penurunan terbesar sejak mata uang itu mengambang.

Masyarakat Argentina menyadari nilai mata uang mereka merosot. Mendatangi IMF adalah langkah yang paling tidak disukai yang dapat dilakukan seorang presiden di Argentina, di mana organisasi itu secara luas dibenci dan dipersalahkan atas keruntuhan ekonomi tahun 2001. Namun, secara umum, masyarakat Argentina tidak cepat panik, karena mereka telah melalui begitu banyak gejolak ekonomi di masa lalu.

Sebagian ada orang-orang yang menyatakan keprihatinan serius, terutama mereka yang berasal dari generasi yang lebih tua yang hidup melalui krisis ekonomi Argentina tahun 2001 ketika pemerintah gagal membayar utang dan sistem perbankan sebagian besar lumpuh. Ketika itu, pengaruhnya terhadap orang-orang Argentina adalah menghancurkan kemakmuran banyak orang yang susah payah diraih dengan cepat menghilang.

Mereka yang mengalami, takut akan kembalinya ‘corralito’ (pagar cincin), istilah Spanyol yang disebutkan atas pembatasan pemerintah untuk mencegah bank berjalan, yang diberlakukan pada tahun 2001. Di bawah batasan corralito, yang berlangsung selama satu tahun, orang tidak dapat dengan bebas menarik uang dari rekening mereka, membuat hidup sangat sulit bagi orang Argentina biasa.

KETIKA secara tak terduga terpilih sebagai presiden Argentina pada tahun 2015, Mauricio Macri menghadapi tugas yang sesederhana berjalan di atas ombak Iguazu saat memanggang steak. Pendahulunya, Cristina Fernández de Kirchner, telah mewariskan ekonomi make-believe. Inflasi 30-40% setahun secara resmi ditutup-tutupi. Peso dinilai terlalu tinggi, ekspor dikenai pajak dan banyak impor dilarang. Pemerintah menyediakan energi dan transportasi hampir gratis. Defisit fiskal yang dihasilkan dibiayai oleh bank sentral, dengan mencetak uang hingga 5% dari PDB. Di negara yang mengalami trauma akibat guncangan ekonomi di masa lalu, kala itu Macri berjanji untuk meluruskan semua itu secara bertahap.

Memang, Dia telah melakukan pekerjaan yang cukup bagus. Ekonomi tumbuh pada tingkat tahunan sekitar 3% selama 18 bulan terakhir, bahkan ketika pemerintah telah mengakhiri sebagian besar distorsi Fernández. Secara bertahap telah memangkas defisit fiskal, sebagian dengan menaikkan harga energi dan transportasi. Bank sentral hanya mengedarkan uang senilai 1% dari PDB. Pemerintah telah membeli waktunya sendiri dengan menerbitkan utang.

Masalahnya adalah bahwa menstabilkan ekonomi memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan pemerintah dan para investor menjadi lebih enggan untuk memberikan pinjaman kepada Argentina. Ini pertama kali menjadi jelas pada bulan Desember 2017, ketika pemerintah mengubah target inflasi untuk tahun dari 12% menjadi 15%. Menunda dari 2019 hingga 2020 tujuannya mengurangi inflasi hingga 5%. Target awal ditetapkan pada 2016 di tengah banyak ketidakpastian. Yang baru seharusnya lebih realistis. Meski begitu, target tahun 2018 ini tidak mungkin dipenuhi. Inflasi telah berjalan pada tingkat 25% selama 12 bulan terakhir, dan konsensus pasar adalah bahwa itu akan mengakhiri tahun pada 20%.

Adil atau tidak, perubahan target itu merugikan kredibilitas bank sentral. Itu datang ketika kenaikan suku bunga di Amerika Serikat mendorong investor untuk menarik uang dari aset berisiko. Penyebaran pada obligasi Argentina (premium atas hasil tagihan Treasury Amerika Serikat) telah meningkat dari 3,4% menjadi 4,2% tahun 2018, dan peso telah terdepresiasi dengan pasti. Pemerintah menanggapi dengan mengatakan bahwa akan meningkatkan $ 8 miliar di dalam negeri yang masih perlu menutupi defisit tahun ini.

Namun demikian, pada minggu terakhir bulan April 2018, uang membanjiri Argentina. Setelah bank sentral menghabiskan $ 4.3bn dalam lima hari untuk menopang peso, pada tanggal 26 April secara tak terduga mendongkrak tingkat bunga minimumnya sebesar tiga poin persentase, menjadi 30,25%. Minggu ini peso terus jatuh; kenaikan suku bunga lebih lanjut mungkin diperlukan. Itulah fakta kehidupan politik : Argentina lebih khawatir atas harga dolar daripada lonjakan inflasi. Itulah mengapa dalam beberapa dekade terakhir, peso sering dinilai terlalu tinggi, sehingga membunuh daya saing banyak bisnis dan menghambat ekspor negara. Bahkan hal itu, tidak membantu dampak kekeringan yang parah tahun ini, yang telah memangkas ekspor kedelai dan jagung. Peso yang lebih lemah akan mengekang defisit akun saat ini, yang telah melebar menjadi 5% dari PDB. Tetapi itu akan menambah biaya pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan dalam jangka pendek akan meningkatkan inflasi.

Pemerintah sedang mencoba untuk mengendalikan inflasi sementara juga memangkas defisit fiskal dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Melakukan ketiga hal sekaligus itu sulit. Misalnya, penghapusan subsidi energi dan transportasi sangat penting untuk mengurangi defisit fiskal. Tetapi pengendalian kenaikan harga akan menambahkan delapan poin ke inflasi tahun lalu. Dan kenaikan suku bunga dapat mengurangi pertumbuhan serta inflasi. Kenaikan harga energi dan transportasi telah menekan kelas menengah dengan keras (kaum miskin sebagian besar dilindungi). Itu telah memengaruhi peringkat pengesahan Mr Macri, yang berada di sekitar 40%, terendah sejak dia terpilih.

Keributan ketidakpuasan mulai mengkhawatirkan mitra koalisinya. Kekhawatiran terbesar adalah bahwa ekspektasi inflasi yang sangat tinggi akan membuat inflasi tidak jatuh, dan hanya resesi yang dapat menurunkannya ke tingkat target. Kenaikan harga yang diatur di bulan April diharapkan menjadi salah satu yang terakhir. Pejabat yakin bahwa inflasi sekarang akan mulai surut. Mereka juga cenderung mencoba menenangkan investor dengan memangkas belanja non-esensial untuk menurunkan defisit fiskal primer (yaitu, sebelum pembayaran bunga) di bawah target tahun ini sebesar 3,2% dari PDB. Bahkan jika ekonomi melambat, perhitungan mereka adalah pertumbuhan ekonomi dan nilai riil upah akan naik lagi tahun depan menjelang pemilihan presiden pada bulan Oktober.

Mereka mungkin benar, dan Mr Macri masih memiliki peluang bagus untuk memenangkan masa jabatan kedua. Tapi ini adalah hal yang lebih dekat daripada yang terlihat beberapa bulan yang lalu. Belum lama ini, Presiden Argentina Mauricio Macri tidak dapat meninggalkan halaman depan negara - untuk semua alasan yang salah. Dari bulan April hingga Juni, dia menghadapi kritik pedas ketika mata uang Argentina jatuh, pertumbuhan tertekan dan inflasi melonjak. Cakupan semakin memburuk ketika Macri pada akhirnya mencari bantuan dari Dana Moneter Internasional, sebuah lembaga yang dituduh oleh Argentina dalang krisis ekonomi 2001 di negara itu. Dibalik semua itu, koalisi politik Macri, Cambiemos, berada di bawah pengawasan atas dugaan pembiayaan kampanye ilegal.

Derasnya berita buruk seputar Macri tidak ada lagi dari surat kabar lokal, karena malah berfokus pada penyelidikan korupsi yang meluas seputar musuh politik utama Macri dan perdebatan sengit tentang legalisasi aborsi. Rating dukungan atas Macri telah stabil untuk saat ini. Musuh lama Macri dan pendahulunya Mantan Presiden Cristina Fernandez de Kirchner menjadi pusat dugaan korupsi.

"Semua subyek yang memaksa orang untuk berpikir tentang hal-hal lain di luar perekonomian, bekerja untuk kepentingan pemerintah. Tetapi semua masalah ekonomi jauh lebih menentukan pandangan Argentina tentang pemerintah," kata Federico Aurelio, direktur perusahaan konsultan Aresco.

SUMBER BACAAN :

Tuesday, June 19, 2018

Mengulas Sistem Poduksi Terbaik DI Dunia


Sistem Produksi

Sejak Toyota merevolusi dunia manufaktur dengan apa yang kemudian dikenal sebagai Sistem Produksi Toyota, banyak perusahaan di berbagai segmen industri telah menginvestasikan waktu, uang, dan bandwidth organisasi yang signifikan untuk meniru pendekatan dan hasil Toyota dengan versi sistem produksi mereka sendiri. Namun meskipun prevalensi relatif dari pendekatan sistemik untuk perbaikan berkelanjutan, masih ada beberapa ambiguitas tentang apa artinya mengejar sistem produksi, bagaimana sistem produksi dibedakan dari sistem bisnis, dan bagaimana organisasi dapat mengetahui apakah mereka telah sukses dalam menerapkan sistem produksi. Mari ambil pertanyaan-pertanyaan ini satu per satu.

Apa itu Sistem Produksi?
Ini adalah contoh buku teks dari pertanyaan sederhana dengan jawaban yang agak rumit. Istilah "sistem produksi" (atau sistem operasi ... kami mengasumsikan istilah-istilah ini dapat dipertukarkan untuk keperluan artikel ini) terkait erat dengan istilah akrab lainnya dalam ruang ini, seperti peningkatan berkelanjutan atau keunggulan operasional, tetapi saya percaya sebagian besar akan berpendapat bahwa istilah-istilah ini tidak dapat dipertukarkan. Demikian juga, konsep sistem produksi tidak dapat dikaitkan langsung dengan metodologi CI tertentu, seperti Lean, Six Sigma, TQM, TPM, dll., Meskipun beberapa kombinasi dari metodologi tersebut bersifat mendasar pada pendekatan sistem produksi. Jadi dengan latar belakang itu, definisi kerja terbaik yang kami tampilkan adalah sebagai berikut: Sistem produksi adalah pendekatan umum untuk mengelola dan meningkatkan operasi di seluruh jejak manufaktur terdistribusi dengan menerapkan praktik terbaik standar industri secara strategis.

Definisi ini mencoba untuk mengartikulasikan apa yang kami yakini sebagai beberapa elemen penting dari pendekatan sistem produksi, termasuk:
Fokus pada mendorong kesamaan dalam manajemen operasi dan perbaikan hari ke hari
Meminimalkan atau menghilangkan kurva kinerja berosilasi yang ada dalam organisasi yang memiliki beberapa lokasi manufaktur karena kurangnya pendekatan umum untuk manajemen operasi dan peningkatan
Memanfaatkan kombinasi metodologi CI yang tepat dan praktik terbaik
Meskipun definisi di atas tidak menjelaskan hal ini secara eksplisit, tujuan umum untuk semua perusahaan yang melakukan perjalanan sistem produksi adalah bahwa mereka ingin membuat proses operasi mereka bergantung, bukan bergantung pada kepribadian.

Apa itu Sistem Bisnis?
Beberapa perusahaan yang telah berinvestasi dalam pendekatan sistemik untuk CI tidak berbicara dalam hal sistem produksi tetapi mengacu pada “sistem bisnis.” Satu perusahaan yang telah mengembangkan reputasi untuk sistem bisnisnya adalah Danaher. Danaher Business System (DBS) "dirancang untuk terus meningkatkan kinerja bisnis di bidang-bidang penting kualitas, pengiriman, biaya, dan inovasi." Definisi itu, sementara ilustratif, tidak selalu membedakan sistem bisnis dari sistem produksi.

Jadi bagaimana sebenarnya sistem bisnis yang berbeda dari sistem produksi? Jawabannya sangat sedikit hubungannya dengan perbedaan dalam pendekatan yang diambil atau metodologi yang digunakan. Alih-alih perbedaannya terutama tentang ruang lingkup. Dengan kata lain, sistem bisnis difokuskan pada penerapan pendekatan sistemik terhadap manajemen operasi dan peningkatan berkelanjutan di seluruh bisnis, termasuk manufaktur, rantai pasokan, dan fungsi-fungsi perusahaan lainnya.

The "Tes lakmus" untuk Sistem Produksi
Masalah umum untuk organisasi yang menggunakan pendekatan sistem produksi adalah mengetahui apakah mereka berhasil. Dengan kata lain, bagaimana Anda tahu jika Anda memiliki sistem produksi dalam praktik atau hanya nama? Ada tiga karakteristik yang kami cari untuk mengetahui apakah suatu perusahaan telah berhasil mendorong pendekatan sistem produksi:
Organisasi telah mengidentifikasi dan mendokumentasikan praktik pengoperasian terbaik untuk bisnis mereka (yaitu, praktik yang membantu mereka mengembangkan / mempertahankan pangsa pasar)

Praktek-praktek ini telah berhasil dilaksanakan di seluruh armada manufaktur mereka. Tanda-tanda implementasi yang sukses meliputi:
  • Kepemilikan dan akuntabilitas untuk praktik-praktik ini ada dalam organisasi lini (tidak ada kredit yang diberikan jika kepemilikan dan akuntabilitas berada dengan kelompok CI)
  • Penerapan praktik-praktik ini dapat diverifikasi secara independen (misalnya, observasi langsung, wawancara dengan karyawan, dokumentasi pembuktian, dll.)
  • Ada garis pandang yang jelas antara penerapan praktik-praktik ini dan peningkatan kinerja (ini bukan latihan akademis atau eksperimen sosial ... penerapan sistem produksi harus menghasilkan hasil bisnis)

Praktek-praktek ini telah dipertahankan dan diperbaiki dari waktu ke waktu. Jika sistem produksi telah bertahan dan berkembang melalui berbagai siklus bisnis dan / atau perubahan kepemimpinan, maka kemungkinannya adalah tinggi bahwa pendekatan tersebut tertanam ke dalam organisasi dan tidak hanya sekadar mendandani

Fase 5 Grup bermitra dengan perusahaan di semua tingkat kedewasaan kedewasaan ketika datang ke CI, apakah baru saja memulai, memulai kembali meluncurkan, mengembangkan pendekatan sistem produksi yang sudah terbukti, atau berkembang dari sistem produksi ke sistem bisnis. Salah satu keunggulan kompetitif utama kami adalah EON. EON adalah platform manajemen peningkatan berkelanjutan yang pertama di dunia yang dirancang khusus untuk mendorong perubahan transformasional dan mengelola perjalanan peningkatan di seluruh organisasi. EON membantu perusahaan untuk menerapkan strategi, mengelola pipa proyek peningkatan mereka, mengembangkan profil kematangan operasional untuk bisnis, dan menerapkan praktik terbaik. Dengan mengkonsolidasikan dan mengintegrasikan berbagai alur kerja CI ke dalam satu platform, EON memberikan visibilitas yang tak tertandingi ke dalam status dan manfaat CI untuk perusahaan sekaligus menciptakan visibilitas dan akuntabilitas untuk peningkatan bagi setiap karyawan.

Perusahaan manufaktur Lean Terkenal di dunia


1. Toyota
Filosofi Toyota - dan ini benar-benar filosofi - telah membantu Toyota menjadi perusahaan mobil tiga besar dunia saat ini, dan telah menghasilkan konsep 'Lean', yang direplikasi di seluruh dunia.
Lean manufacturing adalah filosofi manajemen yang sebagian besar berasal dari Toyota Production System (TPS), sistem sosio-teknis terpadu yang terdiri dari filosofi dan praktik manajemen.
Sistem sosio-teknis adalah pendekatan untuk desain organisasi yang kompleks yang mengakui interaksi antara orang dan teknologi di tempat kerja.
Kadang-kadang disebut sebagai Toyota Way, tujuan utama TPS adalah mendesain overburden dan inkonsistensi dan untuk menghilangkan pemborosan. Limbah tidak hanya mengacu pada materi, tetapi waktu, seperti waktu konsumen menunggu produk atau bantuan dan bahkan buang-buang gerakan. Filosofi ini juga bergantung pada proses yang sefleksibel mungkin untuk mengurangi stres, yang dianggap sebagai beban berlebih dan menghasilkan limbah.

2. Ford
Pendiri Henry Ford menantang gagasan tentang pemborosan di tahun 1910-an. Dalam bukunya My Life and Work, ia menulis tentang seorang petani membawa air naik tangga daripada pipa air yang pas sebagai "gerakan limbah", dan menunjukkan bahwa pengeluaran untuk perbaikan bukanlah biaya limbah, tetapi peningkatan efisiensi dan pengurangan limbah .

3. John Deere
Produsen mesin pertanian terbesar di dunia pada tahun 2003 menghabiskan $ 100 juta untuk mengubah operasinya di Iowa, AS, dari produksi massal menjadi lean manufacturing. Manajer Proyek Kallin Kurtz mengatakan: “Proyek ini mengubah pola pikir rekayasa manufaktur kami. Kami telah berupaya keras mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang tidak bernilai tambah dan menghilangkannya jika memungkinkan. ”

4. Parker Hannifin
Salah satu perusahaan terbesar di dunia dalam teknologi kontrol gerak, Parker Hannifin yang berbasis di Ohio mempekerjakan 58.000 orang secara global. Sejak tahun 2000, perusahaan telah menerapkan program praktik terbaik dalam produktivitas, kualitas, throughput, layanan pelanggan dan pengurangan biaya. Bos menemukan bahwa strategi E-bisnis secara dramatis mengurangi campur tangan manusia saat mempercepat proses rantai pasok.

5. Textron
Konglomerat industri Amerika yang mencakup Helikopter Bell, Cessna Aircraftand Textron Systems memiliki 'Standar Lean Six Sigma' Textron mereka sendiri, seperangkat alat dan teknik umum yang komprehensif yang diterapkan ke semua area fungsional untuk menghilangkan pemborosan, mengurangi variasi, dan pertumbuhan bahan bakar dan inovasi. .

6. Illinois Tool Bekerja
Produsen teknik Illinois Works mempekerjakan 65.000 orang dalam ratusan bisnisnya, tetapi lebih kecil lebih baik ketika beberapa menerapkan prinsip Lean. Kebijakan perusahaan mengenai desentralisasi ekstrim, yang dibagi menjadi 365 unit di 34 negara - meninggalkan hanya 100 karyawan di kantor pusat, berarti unit lokalnya bereaksi jauh lebih cepat dan lebih efisien untuk kebutuhan pelanggan.

7. Intel
Intel adalah pembuat chip komputer terbesar di dunia. Joe Foley, manajer pabrik di Operasi Intel Fab di Leixlip, Irlandia, mengatakan: “Lima tahun yang lalu, kami butuh 14 minggu untuk memperkenalkan chip baru ke pabrik kami; sekarang butuh 10 hari. Kami adalah pabrik Intel pertama yang mencapai kali ini menggunakan prinsip Lean. ”

8. Caterpillar Inc.
Produsen mesin AS Caterpillar Production System dimodelkan setelah elemen Sistem Produksi Toyota. Hal penting yang diakui perusahaan adalah bahwa kecepatan adalah aspek penting dari integrasi Lean, jika proyek terlalu lama untuk diselesaikan, mereka akan gagal. Proyek harus cepat dilaksanakan, dan jauh jangkauannya, untuk menjadi sukses.

9. Perusahaan Kimberley-Clark
The Makers of Kleenex baru-baru ini mengalihdayakan logistik di pabrik Barton Mill UK untuk memimpin para pemikir Lean, Unipart. Sebelum ini, staf di pabrik membenci pergeseran panjang dan lembur dan ketidakhadiran sebesar 10 persen. Unipart mendapatkan Kimberley-Clark untuk meningkatkan keterlibatan dan pengembangan staf, yang berarti mereka menghemat absensi staf dan melalui peningkatan efisiensi yang dihasilkan oleh semangat staf yang lebih baik.

10. Nike
Perusahaan pakaian super cool bekerja dengan LSM dan rekan manufaktur untuk proyek-proyek keberlanjutan. Mereka bekerja dengan Asosiasi Tenaga Kerja yang Adil untuk menciptakan indikator kinerja dan sumber berkelanjutan dan meluncurkan Koalisi Pakaian Berkelanjutan dengan Badan Perlindungan Lingkungan AS dan produsen lain, dan dalam prosesnya menghemat uang untuk energi dan bahan limbah.


SUMBER :
www.manufacturingglobal.com
www.eonsolutions.io